sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » » 10 Juta Anak Bekerja Sebagai Pekerja Rumah Tangga


Unknown 21:44 0

Setidaknya 10.5 juta anak-anak di dunia yang kebanyakan adalah perempuan, merupakan pekerja rumah tangga (ILO).


Lewat media diharapkan upaya solidaritas internasional untuk menghentikan eksploitasi PRT anak ini terus diperjuangan untuk membasmi penindasan ini sepenuhnya.

Kondisi kebanyakan anak-anak pekerja rumah tangga tidak hanya merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak, tapi tetap menjadi tantangan dalam pencapaian kebanyakan tujuan-tujuan pembangunan internasional dan nasional.

Hampir tiga perempat anak-anak pekerja rumah tangga ini adalah perempuan, 6.5 juta diantaranya berumur antara 5 dan 14 tahun (data ILO). 

Anak-anak sering dipekerjakan di rumah orang ketiga atau majikan, melaksanakan tugas seperti membersihkan rumah, menyetrika, memasak, berkebun, menimba air, menjaga anak-anak lain dan orang tua. 

Rentan terhadap kekerasan fisik, psikologi dan seksual ketika bekerja, anak-anak ini seringkali terisolasi dari keluarga mereka, jarang terlihat di tempat umum, dan menjadi sangat bergantung terhadap majikan mereka. 

Anak-anak ini juga beresiko dipaksa melacurkan diri.

"Kita butuh kerangka hukum yang kuat untuk secara tegas bisa mengidentifikasi, mencegah dan membasmi PRT Anak dan menyediakan kondisi kerja yang layak untuk semua PRT bekerja," teriak Umi salah seorang buruh migran Indonesia di Hongkong.

PRT Anak saat ini masih tidak diakui sebagai buruh atau pekerja anak di banyak negara karena hubungan kerja yang kabur dengan keluarga-keluarga majikan mereka, demikian banyak pernyataan dari laporan yang diupdate oleh banyak kalangan.

Anak-anak tersebut tidak dianggap sebagai pekerja dan, sementara mereka tinggal dengan keluarga majikan, tidak diperlakukan sebagai anggota keluarga.

Fakta hingga saat ini jumlah PRT Anak ini mewakili sekitar lima persen jumlah anak yang bekerja dibawah usia 17 tahun di seluruh dunia.

Lebih dari 20 juta orang, kebanyakan perempuan, dipekerjakan di rumah di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 3 persen dari jumlah total pekerja yang dibayar.

Puluhan ribu pekerja rumah tangga wanita bermigrasi dari negara-negara seperti Indonesia, Filipina dan Srilangka.

Kemiskinan adalah penyebab utama eksploitasi buruh anak dan di beberapa tempat, terutama di Asia Selatan, anak-anak sering bekerja di rumah untuk membayar hutang keluarganya.

Untuk peringatan atas ketidakadilan ini, secara internasional telah ditetapkan Hari Anti Pekerja Anak Sedunia pada tanggal 12 Juni.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.