sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » Rindu Perayaan 17 Agustus, Yanto Ikut Upacara di KBRI


Redaksi Koran Migran 04:24 1

Rindu Perayaan 17 Agustus, Yanto Ikut Upacara di KBRI
Perayaan Kemerdekaan di KBRI Malaysia, dok.Photo: istimewa
KORANMIGRAN, KUALALUMPUR - Buruh migran Indonesia (BMI) yang kangen atau rindu dengan perayaan 17-an mengatakan sengaja datang ke KBRI, meski tidak diundang. 

Yanto, BMI asal Surabaya sengaja datang dengan baju dan topi berwarna merah putih, mengaku sangat mencintai Indonesia dan tidak rela ada ada orang yang menjelekan Indonesia. 

“Saya cinta Indonesia dan saya cinta Bangsa Indonesia juga, Dan saya tidak terima kalau ada yang menjelekan Indonesia baik dari rakyat sampai Presiden manapun. Marwah bagi saya no satu, kalau harta nomer sekian,” kata Yanto selepas mengikuti upacara.

Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke 69 yang diselenggarakan di Malaysia, dipusatkan di KBRI Kuala Lumpur. Sekitar seribu orang rakyat Indonesia terlihat mengikuti upacara HUT RI itu, Minggu (17/8/2014) pukul 08.00 waktu Malaysia. Ada anak sekolah, pegawai KBRI dan keluarganya terlihat hikmat mengikuti upacara bendera. KORANMIGRAN melihat perayaan HUT RI di luar negeri adalah situasi khusus karena hampir di semua KBRI dan KJRI terlihat perayaan diikuti oleh BMI yang tinggal di luar negeri juga di Malaysia. 

Hebatnya para BMI ini datang dengan berbagai ragam baju, termasuk kaos dan sandal jepit untuk bisa mengikuti Upacara Bendera. Termasuk juga membawa anak mereka untuk ikut perayaan ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Duta Besar Indonesia untuk kerajaan Malaysia Herman Prayitno, mengaku terharu dengan antusias masyarakat Indonesia di Malaysia, untuk mengikuti upacara bendera di KBRI. Bahkan halaman KBRI Kuala Lumpur sampai tidak bisa menampung seluruh rakyat Indonesia yang datang, 

Herman berharap warga Indonesia yang ada di Malaysia, paska Pemilihan Presiden bulan Juli lalu, agar bisa kembali akrab dan menjaga persatuan bangsa, meski berbeda pilihan. 

“Saya merasa terharu dan bersemangat, dalam rangka memimpin upacara kemerdekaan yang ke 69,” kata Herman.

Layaknya upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan di Indonesia, pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh Paskibraka, namun jumlah anggota Paskibraka hanya 10 orang, berbeda dengan yang ada di Istana Negara.

Di Hong Kong, sekelompok BMI terlihat berkumpul menyelenggarakan upacara bendera dan tentu saja seijin pemerintah setempat.
 Setelah upacara mereka kemudian mengikuti berbagai lomba dengan beraneka macam perlombaan ala tradisional, dari makan kerupuk sampai balap kelereng.

Di Belanda dan Arab Saudi ternyata sangat berbeda, sejumlah BMI menyatakan keprihatinannya saat HUT RI ke 69 ini. Mereka protes karena merasa terkekang akibat kesulitan memperpanjang paspornya.

"Tanpa bukti identitas dari pemerintah Indonesia, apakah kami masih merupakan anak bangsa Indonesia? Apakah kami pantas turut merayakan kemerdekaan Indonesia hari ini?"  ujar Yasmin. (dari berbagai sumber)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 comment

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.