sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » Malaysia Diduga Jual Organ TKI: Kronologi Ditembaknya Tiga TKI di Malaysia


Unknown 18:51 0


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Kematian tiga TKI asal Kecamatan Pringgasala, Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih menyisakan banyak persoalan.

Melalui kronologi yang dibeberkan Kontras, Koslata, dan Migrant Care, penembakan ketiga korban di Malaysia, berwal saat mereka hendak memancing. Berikut kronologi meninggalnya ketiga buruh migran asal Lombok.

1. Pertengahan 2010, ketiga korban berangkat ke Malaysia, bekerja sebagai TKI. Herman dan Abdul Kadir Jaelani bekerja di sektor konstruksi, Mad Noor bekerja di perkebunan kelapa sawit.

2. 23 Maret 2012 pukul 22.00, Herman menelepon istrinya, memberitahu bahwa dia bersama Abdul Kadir dan Mad Noor sedang memancing di lokasi pemancingan Seremban Dua Negeri Sembilan.

Herman saat itu mengatakan akan pulang ke kampung untuk menjenguk keluarga. Dua hari kemudian keluarga tidak bisa menghubungi Herman.

3. 27 Maret 2012, Wildan (sepupu Abdul Qadir Jaelani) membaca berita di surat kabar lokal. Isinya, ada tiga orang tertembak (nama tidak disebutkan), berikut foto sepeda motor yang digunakan korban. Wildan langsung menelepon ketiga keluarga korban.

4. Wildan bersama majikannya, Lim Kok Wee, membuat berita kehilangan Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noor di kantor polisi Negeri Sembilan. Polisi menyarankan agar mengecek ke rumah sakit.

5.27 Maret 2012, Wildan menelepon Haji Ma'sum (ayah Herman) memberitahu bahwa Herman dan Abdul Kadir Jailani meninggal di Malaysia.

6. 27 Maret 2012, Nurwami menerima pesan pendek (SMS) dari Putrawan (keponakan Nurwami), menanyakan apakah ada telepon dari Mad Noor. Karena merasa tidak ada telepon sebelumnya, Nurwami menelepon nomor Mad Noor, namun tidak dijawab.

Nurmawi kemudian meminta pertolongan kepada Mahyul, kerabat yang tinggal di Malaysia untuk mencari informasi. Informasi kematian Mad Noor diketahui Mahyul dari Kantor Polisi Pusat Jenayah.

7. 30 Maret 2012, Hirman (kakak kandung Abdul Kadir Jaelani) dengan Wildan menemui kepolisian, meminta izin untuk melihat korban di rumah sakit. Herman, Mad Noor, dan Abdul Kadir Jaelani ditemukan sudah meninggal di ruang jenazah Hospital Port Dickson.

Menurut penglihatan Wildan, kondisi tubuh korban dipenuhi jahitan. Antara lain, kedua kelopak mata korban dijahit. Dada bagian atas dari dekat lengan kanan ke lengan kiri, terdapat jahitan lurus melintang.

Dari dada hingga bagian tengah, perut nyambung menyambung dengan jahitan atas terjahit hingga bawah pusar. Di bawah pusar terlihat jahitan dari perut bagian kiri hingga bagian kanan

8. 14 April 2012, keluarga korban meminta bantuan Koslata (sebuah organisasi pemerhati TKI di Lombok) untuk membantu mencari informasi, termasuk melakukan advokasi terkait kematian ketiga korban.

Koslata kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait dan sepakat menuju lokasi. Saat Koslata menanyakan kematian korban tersebut kepada pihak terkait di tingkat kabupaten, provinsi dan BP3TKI (perpanjangan tangan BNP2TKI pusat) mereka tidak tahu.

Mereka baru mengetahui kabar tersebut saat berada di kampung korban. Walaupun sebelumnya telah ada surat dari kedutaan, dan sempat diantar secara langsung ambulans BP3TKI Mataram.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.