sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » »Unlabelled » Jual Ribuan Gadis Panggilan Via Jaringan BB Terbongkar


Unknown 12:04 0

SBMI - Surabaya, Satu lagi perjalanan mucikari papan atas berakhir di tangan aparat. Setelah rumah bordil Hartono di Jl WR Supratman digerebek pada 1997, polisi mengungkap jaringan bisnis E-prstitusi yang dijalankan wanita bernama Yunita alias Keyko.

Khusus di Semarang, Keyko memiliki wakil bernama Nugroho Tjahajono Budiono alias Dion (36). Laki-laki ini yang mengendalikan distribusi 600 gadis ke pelanggan hingga mengatur pendapatan, termasuk mendistribusikan ke Keyko.

"Dion mempunyai daerah operasi di Semarang sedangkan Lanny dan Gloria pegang wilayah Surabaya," kata penyidik dari Polrestabes Surabaya, Inspektur Satu Solikin Ferry, Selasa (11).

Selain Semarang, Keyko juga punya perwakilan germo di Surabaya, Malang, Jakarta, Banjarmasin. Itu sebabnya, para pelanggannya bisa dengan mudah memesan "ayam" Keyko jika sedang dinas di kota-kota tersebut. Tinggal kontak, seorang wanita cantik langsung meluncur ke tempat yang diinginkan pelanggan.
Saat berada di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (11/9), Dion menagku belum pernah bertemu dengan bosnya, Keyko. Di kantor polisi itulah, kali pertama Dion-Keyko bertatap muka, meski sudah bekerja sama sejak dua tahun lalu.

"Baru pertama ini Keyko bertemu langsung dengan ketiga anak buahnya tersebut, kendati sudah dua tahun terakhir mereka bekerja sama," kata Pjs Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu MS Fer.

Jaringan bisnis seks Keyko yang dikelola berdasarkan koneksi BlackBerry Messenger (BBM) memang memungkinkan antara satu anggota dengan anggota lainnya tidak pernah saling bertemu.

Semua transaksi berdasarkan komunikasi lewat perangkat elektronik, pun demikan cara pembayarannya juga mengandalkan transfer antar rekening dan via internet banking.

"Saya tidak pernah bertemu dengan Keyko sebelumnya, meskipun sejak dua tahun lalu saya sudah sering berkomunikasi dengan dia," kata Dion, sub germo jaringan Keyko di Semarang.

Menurut Dion, nama Keyko sudah terkenal dari mulut ke mulut. Sebelum berhubungan dengan Keyko, Dion telah berusaha mencari informasi tentang sosoknya. "Akhirnya saya mendapat PIN BB-nya dari teman saya, sejak itu kami terus berkomunikasi," kata Dion.

Dasar kerjasama keduanya adalah saling percaya. Ketika Keyko menggunakan jasa Dion, maka penghasilan dibagi tiga. Sedangkan jika Dion yang langsung mendapat pelanggan, maka penghasilan dibagi dua dengan gadis PSK-nya.
Dion mengaku sering bekerjasama dengan Keyko, karena nama besar ibu dua anak itu. Sehingga Dion tidak kesulitan untuk mencari pelanggan papan atas. Dion mengaku memiliki 600 anak buah di Semarang, dan bisa ke dipanggil ke beberapa di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai pesanan yang diterima Keyko.

Pejabat

Dari sumber kami di Mapolrestabes Surabaya mengungkapkan, hubungan bisnis Keyko dan pelanggannya terjalin sangat erat, sampai-sampai di antara bos dan petinggi itu bersusah payah menyelamatkan Keyko dari jerat hukum. Keyko diamankan polisi dari rumahnya di Bali beberapa hari lalu, dan kemudian ditahan di Mapolrestabes Surabaya sejak Senin (10/9/2012).

"Sejumlah orang (termasuk pejabat) berusaha melobi (polisi) agar kasus Keyko tidak berlanjut, tetapi kami tetap memprosesnya," kata sumber tersebut.

Sebagai bukti Keyko memiliki ratusan pelanggan, saat berada di Mapolresta Surabaya, masih banyak pesan singkat (SMS) dan BBM yang masuk di telepon selulernya. Rupanya para pelanggan itu belum tahu Keyko sudah tertangkap.

Isi pesannya pun beraneka ragam, mulai sekadar menanyakan kabar hingga bertanya apakah ada `barang baru' "Kemarin saja terdapat ratusan SMS dan BBM yang masuk ke BB Keyko," kata seorang penyidik.

Dalam pemeriksaan, Keyko mengaku memiliki 1.800 anak buah gadis panggilan. Suatu jumlah yang sangat fantastis. Angka itu cukup masuk akal karena Keyko menjalankan bisnis ini dengan memanfaatkan kejangihan perangkat komunikasi. Sehingga Keyko tidak perlu menampung para anak buahnya seperti dilakukan Hartono.

Rahasia kepopuleran Keyko adalah promosi yang dilakukannya melalui BlackBerry Messenger (BBM). Lewat jaringan BBM inilah Keyko memiliki banyak anak buah germo. Dan germo-germo itu mempunyai anak buah gadis panggilan.

Kepada sub germo yang ada di beberapa kota, termasuk Semarang, Keyko meminta agar disediakan gadis-gadis panggilan untuk pelanggan. Selain itu, germo-germo itu secara rutin meng-update anak buahnya pada Keyko, kemudian ditawarkan pada para pelanggannya. Keyko selalu mengupdate gadis-gadis baru dalam profile picture (pp) BlackBerry miliknya.

Keyko memang mewajibkan germo-germonya mengirimkan setiap foto gadis yang baru kepadanya. Foto-foto itu sebagian dia cetak. Karena itu saat ditangkap, petugas menemukan ribuan foto-foto gadis belia di rumahnya.

"Bila ada pelanggan yang memesan dan posisinya di Semarang, saya tinggal menelepon anak buah (sub germo) yang ada di Semarang untuk menyediakan. Banyak juga, pelanggan saya di kota itu," kata Keyko kepada wartawan.

Tarif yang ditawarkan cukup tinggi Rp 1,5 hingga Rp 5 juta. Dari tarif itu, Keyko minimal mendapat keuntungan Rp 500.000. Semua transaksi via transfer ke rekening bank atau internet banking.

Gadis yang ditawarkan Keyko, termasuk 600 gadis yang ada di Semarang, berusia antara 19 - 22 tahun yang mempunyai banyak kategori mulai dari model, mahasiswi, hingga SPG. "Keyko sangat rapi dalam menjalankan bisnisnya. Sudah satu tahun dia menjalankan bisnis ini," kata Iptu Iwan Hari, seorang penyidik kasus ini.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.